Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label peddikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peddikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Desember 2011

TEORI BELAJAR


BEBERAPA MATERI TEORI BELAJAR
Pendahuluan
Pengembangan kurikulum berbasis kompetensi pada tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan suatu kegiatan tugas professional pendidikan, yang bertolak dari perubahan kondisi pembelajaran saat ini dan merekonstruksi suatu model pembelajaran ke masa yang akan datang. Berkaitan dengan hal itu perlu dipahami terlebih dahulu apa dan bagaimana model dalam konteks praktik pembelajaran.
Menurut Mills (1989:4), model adalah bentuk reprensentasi akurat, sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu. Hal itu merupakan interpretasi atas hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa sistem.
Perumusan model mempunyai tujuan: (1) memberikan gambaran kerja sistem untuk periode tertentu, dan di dalamnya secara implisit terdapat seperangkat aturan untuk melaksanakan perubahan; (2) memberikan gambaran tentang fenomena tertentu menurut diferensiasi waktu atau memproduksi seperangkat aturan yang bernilai bagi keteraturan sebuah sistem; (3) memproduk model yang mempresentasikan data dan format ringkas dengan kompleksitas rendah.


Dengan demikian, suatu model dapat ditinjau dari aspek mana kita memfokuskan suatu pemecahan permasalahannya. Pengertian model pembelajaran dalam konteks ini, merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar, yang dirancang berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi KTSP dan implikasinya pada tingkat operasional dalam pembelajaran.
Model Mengajar
Beberapa aliran pembelajaran konstruktivisme:
§ Piaget
Pembelajaran konstruktivisme berdasarkan pemahaman Piaget, beranggapan bahwa: 1) gambaran mental seseorang dihasilkan pada saat berinteraksi dengan lingkungannya, 2) pengetahuan yang diterima oleh seseorang merupakan proses pembinaan diri dan pemaknaan, bukan internalisasi makna dari luar.
§ Konstrukstivisme personal
pembelajaran menurut konstruktivisme personal, memiliki beberapa anggapan (postulat), yaitu: 1) Set mental (idea) yang dimiliki peserta didik mempengaruhi panca indera dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap proses pembentukan pengetahuan, 2) Input yang diterima peserta didik tidak memiliki makna yang tetap, 3) peserta didik menyimpan input yang diterima tersebut ke dalam memorinya, 4) input yang tersimpan dalam memori tersebut dapat digunakan lagi untuk menguji input lain yang baru diterima, 5) peserta didik memiliki tanggung jawab terhadap apa yang menjadi keputusannya.
§ Konstrukstivisme sosial
Konstruktivisme sosial beranggapan bahwa pengetahuan yang dibentuk oleh peserta didik, merupakan hasil interaksinya dengan lingkungan sosial disekitarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa: a) pengetahuan dibina oleh manusia, 2) pembinaan pengetahuan bersifat sosial dan personal, 3) pembina pengetahuan personal adalah perantara sosial dan pembina pengetahuan sosial adalah perantara personal, 4) pembinaan pengetahuan sosial merupakan hasil interaksi sosial, dan 5) interaksi sosial dengan yang lain adalah sebagian dari personal, pembinaan sosial, dan pembinaan pengetahuan bawaan.
§ Konstrukstivisme radikal
Konstruktivisme radikal beranggapan bahwa: 1) kebenaran tidak diketahui secara mutlak, 2) pengetahuan saintifik hanya dapat diketahui dengan menggunakan instrumen yang tepat, 3) konsep yang terjadi adalah hasil yang diperoleh individu setelah melakukan ujicoba untuk menggambarkan pengalaman subjektif, 4) konsep akan berkembang dalam upaya penggambaran fungsi efektif tentang pengalaman subjektif.
Implikasi konstrukstivisme terhadap pembelajaran adalah: (1) Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik, jika peserta didik tidak diberi kesempatan menyelesaikan masalah dengan tingkat pengetahuan yang dimilikinya; (2) Pada akhir proses pembelajaran, peserta didik memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda sesuai dengan kemampuannya; (3) Untuk memutuskan (menilai) keputusannya, peserta didik harus bekerja sama dengan peserta didik yang lain; (4) Guru harus mengakui bahwa peserta didik membentuk dan menstruktur pengetahuannya berdasarkan modalitas belajar yang dimilikinya.
Pergeseran Konsep Pembelajaran
Tuntutan terhadap pelayanan pembelajaran yang ditunjang oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mendorong terjadinya pergeseran konsep pembelajaran. Model mengajar bergeser ke arah model belajar. Asumsi pergeseran tersebut, bertolak dari peserta didik yang diharapkan dapat meningkatkan upaya dirinya memperkaya pengetahuan, sikap dan keterampilan. Guru di sekolah bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan, akan tetapi bagian integral dalam sistem pembelajaran. Berdasarkan teori belajar yang ada, bermuara pada tiga model utama, yaitu: a) Behaviroisme, b) Kognitivisme, dan c) Konstruktivisme.
a. Pembelajaran Behavirosime
Good et. al.(1973) menganggap Behaviorisme atau tingkah laku dapat diperhatikan dan diukur. Prinsip utama bagi teori ini ialah faktor rangsangan (stimulus), Respon (response) serta penguatan (reinforcement). Teori ini menganggap faktor lingkungan sebagai rangsangan dan respon peserta didik terhadap rangsangan itu ialah responsnya. Pendapat ini sejalan dengan pendapat Thorndike (2001) yang menyatakan bahwa hubungan di antara stimulus dan respon akan diperkuat apabila responnya positif diberikan reward yang positif dan tingkah laku nagatif tidak diberi apa-apa (hukuman).
Sebagai contoh, seseorang peserta didik diberikan ganjaran positif setelah dia menunjukkan respon positif. Dia akan mengulangi respon tersebut setiap kali rangsangan yang serupa ditemui. Hal demikian akan diperoleh dalam pengajaran guru dengan adanya latihan dan ganjaran terhadap sesuatu latihan. Penguatan (reinforcement) yang terbina akan memberi rangsangan supaya belajar lebih bersemangat dan bermotivasi tinggi. Peserta didik yang berprestasi memperoleh pengetahuan yang mereka inginkan dalam sesuatu sesi pembelajaran, dapat dikatakan mendapat response positif.
b. Pembelajaran Kognitif
Model kognitif berkembang sebagai protes terhadap teori perilaku yang berkembang sebelumnya. Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir, menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan pada bagaimana informasi diproses. Peneliti yang mengembangkan kognitif ini adalah Ausubel, Bruner, dan Gagne. Dari ketiga peneliti ini, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Ausubel menekankan pada apsek pengelolaan (organizer) yang memiliki pengaruh utama terhadap belajar. Menurut Ausubel, konsep tersebut dimaksudkan untuk penyiapan struktur kognitif peserta didik untuk pengalaman belajar. Bruner bekerja pada pengelompokkan atau penyediaan bentuk konsep sebagai suatu jawaban atas bagaimana peserta didik memperoleh informasi dari lingkungan. Bruner mengembangkan teorinya tentang perkembangan intelektual, meliputi: (1) enactive, dimana seorang peserta didik belajar tentang dunia melalui tindakannya pada objek; (2) iconic, dimana belajar terjadi melalui penggunaan model dan gambar; dan (3) symbolic yang mendeskripsikan kapasitas dalam berfikir abstrak
Gagne melakukan penelitian pada belajar mengajar sebagai suatu rangkaian pase, menggunakan step-step kognitif: pengkodean (cooding), penyimpanan (storing), perolehan kembali (retrieving), dan pemindahan informasi (transferring information). Menurut Bruner (1963) perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu enactif, iconic, dan symbolic. Tahap pertama adalah tahap enaktif, dimana siswa melakukan aktifitas-aktifitasnya dalam usahanya memahami lingkungan. Tahap kedua adalah tahap ikonik dimana ia melihat dunia melalui gambar-gambar dan visualisasi verbal.Tahap ketiga adalah tahap simbolik, dimana ia mempunyai gagasan-gagasan abstrak yang banyak dipengaruhi bahasa dan logika dan komunikasi dilkukan dengan pertolongan sistem simbol.
Menurut Hartley & Davies (1978), prinsip-prinsip kognitifisme banyak diterapkan dalam dunia pendidikan khususnya dalam melaksanakan kegiatan perancangan pembelajaran, yang meliputi: (1) Peserta didik akan lebih mampu mengingat dan memahami sesuatu apabila pelajaran tersebut disusun berdasarkan pola dan logika tertentu; (2) Penyusunan materi pelajaran harus dari yang sederhana ke yang rumit. Untuk dapat melakukan tugas dengan baik peserta didik harus lebih tahu tugas-tugas yang bersifat lebih sederhana; (3) Belajar dengan memahami lebih baik dari pada menghapal tanpa pengertian. Sesuatu yang baru harus sesuai dengan apa yang telah diketahui siswa sebelumnya. Tugas guru disini adalah menunjukkan hubungan apa yang telah diketahui sebelumnya; DAN (4) Adanya perbedaan individu pada siswa harus diperhatikan karena faktor ini sangat mempengaruhi proses belajar siswa. Perbedaan ini meliputi kemampuan intelektual, kepribadian, kebutuhan akan suskses dan lain-lain. (dalam Toeti Soekamto 1992:36)
Beberapa aliran pembelajaran konstruktivisme:
§ Piaget
Pembelajaran konstruktivisme berdasarkan pemahaman Piaget, beranggapan bahwa: 1) gambaran mental seseorang dihasilkan pada saat berinteraksi dengan lingkungannya, 2) pengetahuan yang diterima oleh seseorang merupakan proses pembinaan diri dan pemaknaan, bukan internalisasi makna dari luar.
§ Konstrukstivisme personal
pembelajaran menurut konstruktivisme personal, memiliki beberapa anggapan (postulat), yaitu: 1) Set mental (idea) yang dimiliki peserta didik mempengaruhi panca indera dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap proses pembentukan pengetahuan, 2) Input yang diterima peserta didik tidak memiliki makna yang tetap, 3) peserta didik menyimpan input yang diterima tersebut ke dalam memorinya, 4) input yang tersimpan dalam memori tersebut dapat digunakan lagi untuk menguji input lain yang baru diterima, 5) peserta didik memiliki tanggung jawab terhadap apa yang menjadi keputusannya.
§ Konstrukstivisme sosial
Konstruktivisme sosial beranggapan bahwa pengetahuan yang dibentuk oleh peserta didik, merupakan hasil interaksinya dengan lingkungan sosial disekitarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa: a) pengetahuan dibina oleh manusia, 2) pembinaan pengetahuan bersifat sosial dan personal, 3) pembina pengetahuan personal adalah perantara sosial dan pembina pengetahuan sosial adalah perantara personal, 4) pembinaan pengetahuan sosial merupakan hasil interaksi sosial, dan 5) interaksi sosial dengan yang lain adalah sebagian dari personal, pembinaan sosial, dan pembinaan pengetahuan bawaan.
§ Konstrukstivisme radikal
Konstruktivisme radikal beranggapan bahwa: 1) kebenaran tidak diketahui secara mutlak, 2) pengetahuan saintifik hanya dapat diketahui dengan menggunakan instrumen yang tepat, 3) konsep yang terjadi adalah hasil yang diperoleh individu setelah melakukan ujicoba untuk menggambarkan pengalaman subjektif, 4) konsep akan berkembang dalam upaya penggambaran fungsi efektif tentang pengalaman subjektif.
Implikasi konstrukstivisme terhadap pembelajaran adalah: (1) Pembelajaran tidak akan berjalan dengan baik, jika peserta didik tidak diberi kesempatan menyelesaikan masalah dengan tingkat pengetahuan yang dimilikinya; (2) Pada akhir proses pembelajaran, peserta didik memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda sesuai dengan kemampuannya; (3) Untuk memutuskan (menilai) keputusannya, peserta didik harus bekerja sama dengan peserta didik yang lain; (4) Guru harus mengakui bahwa peserta didik membentuk dan menstruktur pengetahuannya berdasarkan modalitas belajar yang dimilikinya.
2. Pengembangan Model Pembelajaran
Berpijak pada tiga teori belajar seperti dijelaskan di atas, maka dalam pengembangan model pembelajaran harus selaras dengan teori belajar yang dianut. Dengan kata lain, apabila kita menganut teori behaviorisme, maka model pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya adalah model pembelajaran yang tergolong pada kelompok perilaku. Untuk penganut teori kognitivisme, model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran yang mengarah pada proses pengolahan informasi. Adapun untuk yang menganut teori belajar konstruktivisme, maka model pembelajaran yang dikembangkan adalah model pembelajaran yang bersifat interaktif dan model pembelajaran yang berpusat pada masalah. Hal ini didasarkan pada salah satu prinsip yang dianut oleh konstruktivisme, yaitu bahwa setiap siswa menstruktur pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalaman dan hasil interaksinya dengan lingkungan sekitar. Jadi pengetahuan itu tidak begitu saja diberikan oleh guru.
a. Pengembangan model pembelajaran behaviorisme.
Sesuai dengan pilosofis yang dianut oleh para ahli behavioris tentang belajar, yaitu perubahan perilaku yang dapat diukur, maka dalam pengembangan model pembelajaran harus diarahkan pada proses penciptaan perilaku baru yang dapat diukur. Menurut pilosofis behaviorist, belajar terjadi berdasarkan pola berfikir deduktif, dan siswa belajar secara individu (individual learning). Selain itu, dalam proses pemelajarannya lebih terfokus pada guru (teacher centered). Model pembelajaran yang dapat dikembangkan diantaranya adalah model pembelajaran mastery, model pembelajaran langsung, model pembelajaran simulasi, model pembelajaran sosial, dan model pembelajaran berprogram. Setiap model tersebut dapat dikembangkan dengan berbagai pendekatan dan strategi.
b. Pengembangan model pembelajaran yang menganut teori kognitivisme.
Menurut pandangan kognitivis, belajar bukan hanya sekedar perubahan perilaku yang dapat diukur, melainkan bagaimana pengetahuan tersebut diproses. Dengan kata lain, menurut kognitivis belajar bukan hanya sekedar keterkaitan antara stimulus dan respons, melainkan apa yang terjadi didalam fikiran atau mental orang yang belajar. Menurut pandangan kognitivis, seseorang dikatakan belajar apabila dalam diri individu tersebut terjadi proses pengolahan informasi dari saat menerima informasi baru, mengolah, menyimpan dan mengulang kembali. Menurut pandangan ini, belajar akan baik apabila diseusuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Artinya, mengajarkan topik yang sama untuk anak dan orang dewasa akan memiliki cara yang berbeda. Dalam proses berfikirnya, dapat menganut pola fikir deduktif, maupun induktif.
c. Pengembangan model pembelajaran yang menganut teori konstruktivisme.
Berbeda dengan teori sebelumnya, konstruktivisme berpandangan bahwa pengetahuan diperoleh langsung oleh siswa berdasarkan pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. Dalam proses pemelajarannya lebih ditekankan pada model belajar kolaboratif. Dengan kata lain, siswa belajar dalam kelompok tidak seperti pada pembelajaran konvensional, bahwa siswa belajar secara individu. Hal ini didasarkan pada pemikiran bahwa seorang siswa tidak hanya belajar dari dirinya sendiri, melainkan juga belajar dari yang lain. Dengan demikian, model pembelajaran yang perlu dikembangkan adalah model pembelajaran yang terpusat pada masalah dan model belajar kolaboratif.
Trend Pembelajaran

1. Quantum Learning

Keberhasilan proses belajar yang dialami oleh seseorang, tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya, baik yang berasal dari luar diri individu maupun yang berasal dari dalam diri individu yang bersangkutan. Faktor yang berasal dari dalam diri individu berupa: motivasi, partisipasi, konfirmasi, pengulangan, dan aplikasi. Adapun yang berasal dari luar diri individu dapat berasal dari bahan ajar, pengajar, ataupun lingkungan tempat dia belajar. Proses belajar yang terjadi pada individu yang belajar, erat kaitannya dengan struktur otak yang dimilikinya. Berdasarkan belahannya, otak manusia terdiri dari belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Otak kanan memiliki karakteristik dalam cara berfikir logis, sekuensial, linier, dan rasional. Adapun otak kiri memiliki karakteristik dalam berfikir yang acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik. Agar dalam proses belajar terjadi keseimbangan, harus diupayakan kerja otak kanan dan otak kiri seimbang.
Quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif. Oleh karena itu, belajar dalam konsep quantum learning adalah memberdayakan seluruh potensi yang ada, sehingga proses belajar menjadi suatu yang menyenangkan bukan sebagai sesuatu yang memberatkan.
Quantum learning mengonsep tentang “menata pentas: lingkungan belajar yang tepat.” Penataan lingkungan ditujukan kepada upaya membangun dan mempertahankan sikap positif. Sikap positif merupakan aset penting untuk belajar. Peserta didik quantum dikondisikan ke dalam lingkungan belajar yang optimal baik secara fisik maupun mental. Target penataannya ialah menciptakan suasana yang menimbulkan kenyamanan dan rasa santai.
Lingkungan makro ialah “dunia yang luas”. Peserta didik diminta untuk menciptakan ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta untuk memperluas lingkup pengaruh dan kekuatan pribadi, berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya. “Semakin siswa berinteraksi dengan lingkungan, semakin mahir mengatasi sistuasi-situasi yang menantang dan semakin mudah Anda mempelajari informasi baru”. Setiap siswa diminta berhubungan secara aktif dan mendapat rangsangan baru dalam lingkungan masyarakat, agar mereka mendapat pengalaman membangun gudang penyimpanan pengertahuan pribadi.
Pola yang dikembangkan tersebut, maka dalam setiap individu diharapkan muncul sikap tanggung jawab terhadap diri, sehingga akan terus belajar dan berupaya menggali sesuatu yang baru dan menggunakannya. Kemampuan dalam menyerap informasi selanjutnya dikenal dengan istilah modalitas belajar. Adapun kemampuan dalam mengatur dan mengolah informasi dikenal dengan istilah dominasi otak.
DePorter (2002) mengelompokkan modalitas seseorang menjadi tiga kelompok yaitu visual, auditorial, dan kinestesik. Dalam proses belajar modalitas tersebut dapat dibantu dengan menggunakan suatu alat yang dinamakan media, yakni media pembelajaran. Seseorang yang bertanggung jawab terhadap dirinya, akan benar-benar menyadari terhadap modalitas, khususnya modalitas belajar yang dimilikinya.
Komponen modalitas secara teoretis mengandung aspek-aspek seperti yang dikemukakan Gardner (1992) mencakup berbagai cara dilakukan dalam membelajarkan diri, mencakup: (1) verbal/linguistik, (2) logical/mathematical, (3) visual/spatial, (4) body/kinesetik, (5) musical/rhythmic, (6) interpersonal, (7) intrapersonal, dan ( 8)naturalistik.
2. Quantum Teaching
Mengajar merupakan salah satu tugas seseorang yang menyandang predikat sebagai pengajar. Ada empat kemampuan yang perlu dimiliki seorang pengajar yaitu kemampuan dalam mendiagnosis tingkah laku siswa, melaksanakan proses pembelajaran, menguasai bahan ajar, dan melakukan evaluasi hasil belajar.
Mengajar pada hakekatnya merujuk pada aktivitas yang dilakukan oleh pengajar dalam rangka menciptkan proses belajar pada pembelajar. Dengan demikian, mengajar merupakan upaya guru untuk menciptakan kondisi-kondisi atau mengatur lingkungan sedemikian rupa, sehingga terjadi proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan, termasuk dengan guru, alat pelajaran dan lain sebagainya. Melalui proses interaksi tersebut, diharapkan pada diri peserta didik terjadi proses yang dikenal dengan nama proses belajar (Nasution, 1982).
Dalam konsep di atas, tersirat bahwa peran pengajar adalah pemimpin dan fasilitator belajar. Dengan demikian, mengajar bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran, tetapi suatu proses dalam upaya membelajarkan peserta pembelajar. Mengingat sasaran utama dalam proses pembelajaran adalah terjadinya proses belajar, maka komponen-komponen pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, terutama modalitas yang dimilikinya.
Quantum teaching, merupakan konsep yang dikembangkan tentang mengajar ini didasarkan pada asas utama, yaitu “bawalah dunia mereka ke dunia kita dan bawalah dunia kita ke dunia mereka”. Selain itu, dikembangkan juga lima prinsip dasar, yaitu segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, dan jika layak dikerjakan layak juga dihargai (DePorter, 2002). Model yang dikembangkan terdiri dari dua komponen yaitu konteks yang memiliki empat aspek (suasana, landasan, lingkungan, dan rancangan) dan isi yang mencakup presentasi. Kerangka rancangan belajarnya adalah tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan (TANDUR).
Lawatan Sejarah Sebagai Model Pembelajaran
Lawatan Sejarah adalah suatu kegiatan perjalanan mengunjungi situs bersejarah (a trip to historical sites). Jika mencermati uraian di muka, khususnya tentang pengembangan model pembelajaran berbasis teori belajar yang berkembang, maka Lawatan Sejarah dapat dikembangkan sebagai model pembelajaran sejarah baik dengan basis teori behavioristik, koqnitif, maupun konstruktivistik. Tinggal bagaimana guru dan/atau murid mengemasnya. Tentu saja, kalau kita mengikuti perkembangan baru. Terutama paradigma baru yang dijadikan rujukan yang mendasari penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, yang dituangkan baik pada UU tentang Sisdiknas maupun Peraturan Menteri tentang Standar Kompetensi dan Implementasinya, maka sangat jelaslah bahwa paradigma pembelajaran kontruktivisme menjadi pilihan utamanya.
Mengamati perkembangan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, gejala diterimanya paradigma konstruktivisme dan tren pembelajaran quantum sungguh menggembirakan. Hal ini terbukti dari mulai maraknya kegiatan-kegiatan pendidikan baik formal (sekolah) maupun non formal (pelatihan, workshop, atau bahkan seminar lokakarya) yang dikemas dalam bentuk Edutainment.
Kita sudah lama mengenal istilah learning by doing, maka learning by experiencing adalah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan “Edutainment”. Edutainment yaitu sebuah konsep yang saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai lembaga pendidikan formal (sekolah) maupun non formal (lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pelatihan, workshop, atau seminar). Bahkan dinegara maju, edutainment telah ditopang oleh teknologi yang maju, sehingga sebutannya menjadi edutainment and technotainment (Edutechnotainment: pen). Progam ini diakui telah membuka sumber daya baru, perkakas dan strategi untuk mengangkat capaian siswa ke tingkat yang lebih tinggi (McKenzie, 2000).
Edutainment adalah akronim dari “education and entertainment”. Dapat diartikan sebagai progam pendidikan atau pembelajaran yang dikemas dalam konsep hiburan sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap peserta hampir tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya sendang diajak untuk belajar atau untuk memahami nilai-nilai (value), sehingga kegiatan tersebut memiliki nuansa yang berbeda dibandingkan dengan pembelajaran biasa.
Edutainment dapat digunakan untuk mengemas model pembelajaran melalui lawatan sejarah. Aplikasinya tergantung dari kebutuhan dan impact yang diharapkan oleh peserta. Lawatan sejarah yang dikemas dalam Edutainment akan menjadi lebih menarik bagi peserta. Sebenarnya lawatan sejarah ini hanyalah kendaraan saja. Yang terpenting adalah muatannya, baik itu internal maupun external issues, misalnya educational vision and mission, self esteem, sense of belonging, awarding, appreciation, product knowledge, atau competency.
Beberapa testimony mengungkapkan bahwa setelah mengikuti lawatan sejarah tingkat daerah (Laseda) maupun tingkat nasional (Lasenas – sudah 5 kali sejak 2003), peserta merasa memperoleh ”sesuatu yang baru” yang berbeda dengan sebelumnya (Kompas, 06 September 2003). Hal tersebut secara teoritik bukan hal yang mengherankan. Ada faktor-faktor kunci sukses yang terkumpul dalam diri peserta, seperti positive mental attitude, knowledge, skills, dan habit. Dengan melihat faktor-faktor tersebut, maka pendekatan penting dikembangkan adalah memberikan motivasi pada faktor positive mental attitude. Tekniknya dilakukan dengan menggali keinginan seseorang yang paling dalam dan menjadikannya sebagai main need atau main good. Sedang outputnya nanti adalah momentum seseorang untuk berubah.
Pada tahap persiapan setiap rancangan kegiatan, maka guru bertanggungjawab penuh menentukan scedule, dimana mereka secara cermat memperhitungkan alokasi waktu menit per menit. Harus dirancang agar tidak ada jeda yang menyebabkan acara jenuh. Hal ini dapat dikembangkan teknik-teknik entertainment seperti sounds, diantaranya music, illustration, video presentation, inspirational message, games. Suatu variasi yang direkomendasikan oleh pembelajaran kontukstivisme dengan quantum learningnya.
Tiap-tiap pembicara yang terlibat dalam kegiatan ini saling berkoordinasi antara satu dengan yang lainnya. Mereka dapat saling mengisi dan saling menguatkan pesan (message), muatan (qoute) serta materi (material) yang akan disampaikan sebagai suatu cotinual synergy yang memiliki benang merah, yang akan memudahkan peserta untuk memahami pembelajaran yang disampaikan secara sederhana.
Lawatan sejarah ini dapat dilaksanakan dalam waktu mulai dari setengah hari hingga tiga hari, baik indoor maupun outdoor, misalnya di ballroom hotel, aula, lapangan terbuka, pool side, atau camp didaerah pegunungan atau pantai diluar kota, tergantung situs sejarahnya tentu saja. Lamanya kegiatan, penggunaan equipments serta penentuan aplikasi materi- materi outbound mempengaruhi hasil akhir, yang dapat berupa soft, middle, atau high impact. Artinya semakin tinggi impact yang dihasilkan, semakin tinggi pula motivasi orang tersebut setelah selesai mengikuti lawatan sejarah. Bahkan ia akan dapat secara positif mempengaruhi dan memotivasi teman yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Bruce Joyce., Marsha Weil. (2000). Model of Teaching. Boston : Allyn and Bacon
Bruner, Jerome S. (1963). The Process of Education. New York : Vontage Books
Davis, Russel G. (1980). Planning Education for Development: Volume Issue and Problems in The Planning of Education in Developing Coutries. Cambridge. Massachusetts.
Gardner., White Blythe (1992). Multiple Modalities of Learning (Multiple Ontelligences).USA : CORD Communications, Inc
Good,C.V.(1973).Dictionary of Education.New York:McGraw-Hill Book Company.
McKenzie, Jamie. 2000. Beyond Edutainment and Technotainment. http://fno.org/sep00 /eliterate.html
Pannen Paulina, dkk. 2005. Konstruktivisme dalam Pembelajaran. Jakarta: Dikti. Depdiknas.
Soekamto, Toeti dan Udin Saripudin Winataputra. 1997. Teori Belajar dan Model-model Pembelajaran. Jakarta: Dikti. Depdiknas.
Wowo Sunaryo Kuswana., Yayat, Sriyono. 2003. Model, Pendekatan, Strategi, Metode, Gaya. http://wowosk.com/artikel/kurpem-model.php.
(Sumber: http://budicahyo.wordpress.com/2008/06/08/lawatan-sejarah-sebagai-model-pembelajaran-sejarah/)

Senin, 12 Desember 2011

soal BAHASA INDONESIA BAHASA DAN SASTRA INDONESIA




BAHASA INDONESIA
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


1.      Gubernur DKI menginstruksikan agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan tidur untuk
ditanami palawija maupun sayur-sayuran.
Kata yang dicetak miring dalam kalimat diatas mempuntai makna ….
A.    kebun milik tuan rumah
B.     lahan yang tidak ada pemiliknya
C.     lahan yang kosong dan tidak dimanfaatkan
D.    tanah pembangunan proyek yang terbengkalai
E.     tanah disekitar bangunan fasilitas milik pemerintah
2.      Kakek mengeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengarkan nyanyian cucunya. Makna kata
ulang dalam kalimat di atas adalah ….
A.    melakukan pekerjaan bersama-sama
B.     melakukan pekerjaan berulang-ulang
C.     menyatakan senang
D.    menyatakan saling
E.     menyatakan keadaan
3.      1. Bersama surat ini dikirimkan barang pesanan Anda
2. Kami turut bangga atas keberhasilan keluarga anda
3. Besar maksud kami akan keberhasilan permohonan ini
4.Apabila sudah diterima harap memberikan kabar lewat surat
5. Melalui surat ini diinformasikan bahwa anda diterima sebagai karyawan baru
Kalimat diatas yang menyatakan harapan adalah nomor ….

A.    1 dan 2
B.     3 dan 4
C.     1 dan 3
D.    3 dan 5
E.     2 dan 4

4.      “Suria! Hal yang sekecil itu sudah menerbitkan marahnya, remah anaknya telah menyempitkan
merihnya! Akan tetapi hal-hal lain, yang patut dan mesti diperhatikan, hampir tiada pernah
dipedulikannya. Rumah tangga! Begini sulitnya urusan rumah tangga, begini susahnya hidup
sekarang ini, Suria berlaku bagai acuh tak acuh juga. Yang dipentingkannya hanyalah
kesenangan dirinya. Burungnya lebih perlu kepadanya daripada anak- anaknya. Hampir tak
pernah iya lupa bertanya, bagaimana sekolah Aleh dan Enah ….”Dari katak hendak Jadi Lembu Suria hamper tidah pernah memperhatikan anak-anaknya yaitu Aleh dan Enah. Hal yang menyebabkan perbuatan tersebut adalah ….
A.    Suria sibuk dengan pekerjaanya
B.     Suria menhadapi banyak masalah
C.     Aleh dan Enah sulit diurus sama Icih
D.    Suria mementingkan pemeliharaan burungnya
E.     Pertengkaran Suria dengan istrinya yang berkepanjangan
5.      Musim hujan di desaku telah berlalu. Jalan-jalan berdebu kini sudah tak tampak lagi. Daun-daun yang dahulu kemerah-merahan karena lekatnya debu kini hijau menyejukkan mata. Ranting ranting pohon mulai ditumbuhi tunas baru. Ilalang turut menyembul diantara rerumputan yang menhijau ….
Pak tani pun dengan senyum bahagia mulai menancapkan cangkulnya ditanah yang lekat, di persawahan harapan keluarga mereka. Kalimat yang sesuai untuk melengkapi paragrap di atas adalah …
A.    anak-anak desa tampak bermain layang-layang di sungai yang sudah lama tak berair itu
B.     jerit riang riang sekelompok anak yang sedang bermain di sungai yang jernih turut mewarnai suasanya desaku
C.     tanah persawahan yang sejak beberapa bulan tidak terairi kini mulai retak-retak
D.    kebun cengkeh yang selama ini dapat menghidupi masyarakat desa kini tinggal batang dan ranting kering
E.     kerbau-kerbau tampak kurus, apa saja yang masih tersisa dipersawahan dimakannya
6.      Kalimat di bawah ini yang mengunakan kata berantonim adalah ….
A.    ruangan itu sunyi sepi setelah para karyawannya dirumahkan
B.     pikirannya timbul tengelam terbawa emosi nya sendiri
C.     karena ketakutan mereka lari tunggang-langgang
D.    dari tadi mereka kelihatan mondar-mandir saja
E.     pasien itu disarankan minum obat pagi dan siang
7.      Bersama yang bertanda tangan dibawah ini kami mewakili direktur perusahaan ….
Kerancuan makna yang ditimbukan dalam pengalan kalimat surat diatas adalah ….
A.    direktur menugasi wakil direkturnya
B.     penandatangan dilakukan beramai-ramai
C.     penandatanganan surat dilakukan langsung oleh direktur
D.    selain yang mewakili direktur ada satu orang lagi dalam surat tersebut
E.     dalam surat tersebut sekurang-kurangnya ada dua orang yang mengatas namakan direktur
8.      Gunung tinggi diliputi awan
Berteduh langit malam dan siang
Terdengar kampong memanggil taulan
Rasakan hancur tulang belulang
Maksudnya penggalan puisi di atas adalah mengambarkan …..
A.    keindahan gunung yang menjulang tinggi
B.     kerinduan yang mendalam kepada kampung halamannya
C.     perkampungan yang dipayungi awan biru yang indah
D.    keindahan gunung yang puncaknya selalu berawan
E.     seakan kampung halaman memangilnya
9.      1. Ayah lebih suka menghisap jarum 2. Awan bergelut di angkasa, daun nyiur 3. melambai-lambai 4. Mukanya pucat bagai bulan kesianagn 5. Jangankan seribu rupiah, serupiah pun aku tak punya
Kalimat yang mengunakan majas metominia dan metafora adalah nomor ….

A.    1 dan 2
B.     2 dan 3
C.     1 dan 3
D.    3 dan 4
E.     1 dan 4

10.  Kadipaten Lumajang tampak muram dari luar. Sepi. Tembok yang melingkupi kadipaten …
sebersih dulu lagi. Beberapa orang gladag yang bertugas membersihkan kadipaten tampak
duduk-duduk di pendopo. Gairah hidup …. sirna akibat musim kemarau yang  berkepanjangan.
Kata penghubung yang tepat untuk melengkapapi paragraph diatas adalah ….

A.    memang, tentu
B.     dan, memang
C.     telah, akan
D.    tidak, lelah
E.     yang, lalu

11.  Kedisiplinan para siswa dapat ditingkatkan melalui beberapa upaya. Melalui kegiatan
ekstrakulikuler misalnya upacara bendera, latihan baris berbaris, kepramukaan, kegiatan
paskibra.
Tangapan yang baik sesuai dengan pernyataan diatas adalah ….
A.     disiplin sangat diperlukan untuk membina mentalitas yang tangguh
B.      dengan jiwa disiplin, maka terbentuklah jiwa yang tangguh
C.     kaum remaja khususnya pelajar umumnua mempunyai semangat disiplin   yang tinggi dalamberbagai kegiatan ekstrakulikuler
D.    kedisiplinan sebenarnya akan terbentuk langsung secara alami
E.      melalui kegiatan ekstrakulikuler itulah akan terbina kedisiplinan yang matang dan semangat saling menghargai
12.  Sebentar lagi, diperkirakan bulan November dan Desember akan terjadi banjir di daerah- daerah tertentu. Guna mengantipasi akan terjadinya musibah banjir, kantor kelurahan Bangka bekerja sama dengan OSIS SMU Bangka akan mendirikan posko banjir. Kegiatan akan diwujudkan dalam bentuk bakti social seperti mendirikan dapur umum dan pelayanan kesehatan. Sebagai ketua OSIS, Dede Sulaiman bersama pengurus OSIS lainnya mengajak para pelajar SMU Bangka ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Kalimat pengumuman yang tepat sesuai dengan ilustrasi diatas adalah ….
A.    para pelajar diharapkan bersiap-siap untuk menolong korban banjir
B.      melalui pengumuman ini dihimbau agar para pelajar menyisihkan sebagian uang sakunya
C.     marilah kita saling bahu membahu membantu para korban banjir
D.     kami mengharapkan agar rekan pelajar berpartisipasi aktif dalam membantu kegiatan posko banjir
E.     dukungan rekan-rekan sangat kami harapkan dalam berbagai kegiatan kami
13.  Keluarga bahagia biasanya sibuk dan ramai. Bukan ramai bertengkar, melainkan ramai karena setiap anggota dapat melaksanakan keinginannya, dapat bekerjasama dengan harmonis, berdiskusi dan sebagainya. Tiap-tiap orang dalam keluarga itu merasa dirinya merdeka dan merasa menjadi anggota penuh, yang di perhatikan, dan memainkan peran dalam enciptakan keserasian keluarga.……………………………………,tetapi kebahagiaan tidak sama rata bergantung kepada uang. Jika kebahagiaan bergantung pada uang pastilah yang berbahagia hanyalah orang-orang kaya belaka. Kelompok kata yang tepat untuk melengkapi paragraf diatas adalah ….
A.    hidup perlu harta benda
B.     uang memang penting
C.     uang hanya semata-mata sebagai pelengkap hidup
D.    tidak mungkin orang hidup tidak memerlukan uang
E.     keluarga yang bahagia adalah keluarga yang banyak uang
14.  1) Kurangnya penguasaan bahasa Indonesia itu antara lain disebabkan oleh kurangnya motivasi dalam pemakaian bahasa Indonesia dengan baik.
 2) Ada yang berangapan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa kedua.
3) Bahasa Indonesia adalah bahasanya orang Indonesia sehingga ada anggapan tidak perlu dipelajari.
4) Bahasa asing merupakan bahasa ilmu pengetahuan.
 5) Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan seperti sarana komunikasi sehari-hari. Tanpa harus dipelajari masyrakat Indonesia sudah terbiasa berbahasa .
Kalimat yang menyimpang dalam paragraf diatas adalah ….
A. 1     B. 2     C. 3     D. 4     E. 5
15.  Kalimat dibawah ini yangmenyatakan bahwa bantuan untuk para korban baru datang adalah ….
A.    Ban / tuan baru / datang tadi pagi
B.     Ban / tuan / baru datang tadi pagi
C.     Bantuan baru / datang tadi pagi
D.    Bantuan / baru / datang tadi pagi
E.     Bantuan / baru dating/ tadi pagi
16. kalimat yang benar dalam membuka acara adalah ….
Bapak-bapak para pejabat, bapak kepala sekolah, serta para hadirin yang saya hormati, acara ini akan segera dimulai
Bapak-bapak, ibu-ibu serta hadirin-hadirat yang kami hormati, marilah acara ini segera dimulai
Para hadirin dimohon segera menduduki tempat masing-masing, karena acara dalam rangka peresmian gedung ini akan segera dimulai
Marilah kita berdoa bersama-sama demi keselamatan dan kesejahteraan bersama dalam rangka peresmian gedung ini
A.    Yang terhormat Bapak pejabat Kanwil Depdikbud, Bapak pejabat Muspida, Bapak lurah, Bapak kepala Sekolah, serta hadirin yang kami hormati, untk memulai acara ini marilah kita membaca doa kita sering memjumpai seminar dengan tema kenakalan remaja. Tema tersebut sudah sering dibahas oleh para ahli dan bahkan oleh psikolog. Rasanya tidak pada tempatnya apabila tema pembahasan selalu berkisar pada kenakalan remaja. Hendaknya kita maklumi bahwa generasacmuda saat ini banyak yang menampilkan berbagai prestasi.
Tujuan yang akan dicapai sesuai dengan pernyataan di atas ….
mengharapkan agar kenakalan remaja dapat diantisipasi oleh para remaja
B.      jangan selalu menyalahkan remaja, tetapi berikan jalan keluar untuk mereka
C.     menunjukkan kepada peserta seminar bahwa remaja banyak yang berpr estasi
D.    mencari jalan keluar agar remaja tidak berprasangka buruk terhadap kaum tua
E.     kaum tua harus mendukung kaum muda untuk mencapai-cita
17.  Kalimat dibawah ini yang mengunakan kata tidak baku adalah ….
A.    Pemerintah Indonesia coba mengantisipasi kenaikan harga sembako
B.     Indonesia termasuk negara yang kaya hasil tambang
C.     Di musim penghujan banyak dijumpai jalan yang berlubang
D.    Para siswa diharapkan partisipasinya dalam meringankan beban masyarakat
E.     Pertandingan itu dimenangkan oleh kesebelasan Arsenal
18.   Kanwil Depdikbud Jawa Tengah akan berpartisipasi meramaikan acara Bengawab solo Fair (BSF) 1998 dengan mengelar festifal dalang cilik, kata Kepala Bidang Kesenian Kanwil Depdikbud Jateng, Sugiarto. Festival tersebut diselenggarakan atas kerjasama dengan pihak Diparta Jateng sebagai koordinator BSF dengan tujuan melestarikan budaya tradisional agar tetap diminati para generasi muda, katanya di Semarang, Rabu. Pernyataan yang sesuai dengan peristiwa di atas adalah ….
A.    dalang cilik merupakan salah satu upaya kecil
B.     festival dalang cilik merupakan salah satu upaya pelestarian budaya
C.     festival dalang selalu diselengarakan Kanwil Depdikbud jawa Tengah setiap tahun
D.    kerjasama dengan berbagai instansi dapat meningkatkan kualitas budaya tradisional
E.     festival budaya tradisional mestiya tidak hanyadiselenggarakan pada acara Begawan Solo Fair saja
20.   Pada saat pemilihan pengurus OSIS (ketua OSIS) masa kerja tahun 1998/1999, terjadi
persaingan di antara calaon ketua. Masing-masing punya misi pada masa kepemimpinannya nanti. Pada umumnya misi mereka baik dan bahkan di antara mereka tidak terlalu jauh.
Misalnya, mereka ingin mengaktifkan roda organisasi melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuler. Seorang calon peserta menekankan programnya melalui pengembangan keilmuan melalui Kelompok Ilmiah Remaja. Tanggapan yang sesuai dengan masalah di atas adalah ….
A.    pengurus OSIS yang baik hendaknya dapat mempertahankan idenya dan memaksa orang lainmengikutinya
B.     saya pada dasarnya tidak mempermasalahkan siapa yang akan terpilih yang penting hobi/kesenangan memenuhi
C.     mengaktifkan kegiatan OSIS terutama bidang keilmuan dalam kelompok ilmiah Remaja, perlu kita dukung, karena dapat mendasari semangat an keilmuan para siswa
D.    ketua OSIS terpilih sebaiknya dapat mengaktifkan para pengurus yang lain tampil kedepan
E.     kedekatan pengurus OSIS dengan bapak/ibu guru dapat memberikan nilai tambah pada saat penilaian akhir tahun
21.  Teknologi BBG untuk kendaraan bermotor sudah lama diterapkan di Italia, yaitu sejak 1934. Kemudian disusul negara lainnya seperti Amerika Serikat, selandia baru, kanada, Argentina, Malaysia, Brasil, dan Rusia. Di Indonesia, sebelum BBG dipasarkan terlebih dahulu dilakukan uji coba oleh suatu tim Evaluasi Teknik Proyek percontohan. Dan ternyata BBg layak untuk dipakai kendaraan bermotor. Kalimat yang tepat sesuai dengan fakta dalam paragraf di atas
adalah ….
A.    Apakah Indonesia sudah lama menggunakan teknologi BBG?
B.     Sejak tahun berapa Indonesia mulai menggunakan teknologi BBG?
C.      Bagaimanakah penggunaan BBg yang benar?
D.    Siapakah yang pertama kali menggunakan BBG?
E.     Bagaimanakah mengetahui layak tidaknya BBG untuk digunakan?
22. Surat perjanjian jual beli
………………………………………….. telah terjadi perjanjian jual beli sebuah mobil, merek Toyota Kijang, tahun produksi 1996 antara kedua pihak dengan pasal perjanjian, sebagai berikut:
A.    Atas kesepakatan kedua belah pihak
B.     Pada hari ini, Selasa 13 oktober 1998
C.     Dengan rasa ikhlas tanpa paksaan
D.    Guna memenuhi kebutuhan transportasi
E.     Bersamaan dengan ini
23.  Kata dengan huruf miring yang bermakna ambigu terdapat dalam kalimat …..
A.    Ibu sedang menanak nasi
B.        Alis matanya bagai semut beriring
C.       Dilarang mengambil foto ditaman
D.       Ibu sedang membului ayam
E.        Pelaku tindak kejahatan harus diadili
24.  Percakapan itu lancar, mengiringi gerak dan sentuhan bidan yang pasti dan ahli memeriksa payudara pasien, pernafasan, mata, teggorokan. Kemudian mencuci tangan, mengenakan pelindung dari karet. “anaknya berapa, Bu?” “Lima”
“wah, sudah banyak! Mengikuti Ka–Be atau tidak?” Pasien itu tidak segera menyahut. Lalu berkata sambil membuang pandang. “suami saya tidak mau.”“Euh!” bidan mengeluarkan bunyi sesalan. “Ya, dia sih enak saja! Ibu yang cape!” Ditanya umur, rumah, nama anak-anaknya. Tiba-tiba didan itu memendangi wajah pasiennya lagi, seakan-akan mencari suatu pengenalan. Ya, benar pasien ini sudah pernah diperiksanya. Entah berapa kali. Barang setiap kali beranak! Permasalahannya dalam penggalan cerita di atas adalah ….
A.    agar setiap bidan tidak selalu membicarakan masalah pribadi pada saat bertugas
B.     agar setiap bidan tidak bertanya tentang tentang jumlah anak pasiennya
C.      agar setiap orang tidak mmandang rendah kehidupan orang lain
D.    agar setisp ibu merencanakan dan membatasi kehamilannya dengan mengikuti KB
E.      agar setiap ibu bersikap ramah, sopan dan bertindak sesuai dengan tugasnya
25.   Agar pernyataan di atas tidak berhen ti sebaga i verbal, lima peristiwa selama perbukuan selama iga bulan terakhir, akan disampaikan sebagai ertimbangan.
Pertama, haruslah dilakukan perunutan pro ses terjadinya praktek yang berbau KKN dalam proyek-proyek buku yang selama ini didana i utang Bank Dunia. Perunutan itu menunjukkan secara tegas stasiun dan anak tangga setiap proses penilaian. Ambil contoh buku pokok bahasa inggris SLTP yang ditarik dari peredaran. Mestilah ditelusuri mu lai dari order yang diperoleh dari para penulisnya dan proses penilaian berikut percetakan, penerbita n, dan pendistribusiann ya, sampai kesalahan-kesalahan fatal yang tetep dibiarkan. Tanpa ada penindakan hukum sebagai langkah berikutnya, temuan-temuan itu sia-sia.
Kedua, meskipun pembebasan PPN 10 persen mustah il menurunkan harga buku hingga 5 0 persen, secara psikologis realisasinya menunjukkan keseriusan pemerintah menempatkan buku tidak sekedar sebagai komoditas dagang. Itulah komitmen minimal keseriusan pemerintah mencerdaskan bangsa, dengan harapan semakin banyak warga bangsa bisa memperoleh informasi dan pengetahuan lewat buku yang dimiliki.
Ketiga, mengemb alkan visi Ikapi seperti saat didirikan, secara riil berkaitan dengan soal menyeleksi bahan yang masuk dan pilihan topic atau judul yang diterbitkan. Di saat reformasi mulai ditafsirkan “serba boleh”, menerbitkan buku-buku tetaplah den gan memepertimbangkan dampak psikologis-sosiologis-budaya pemb aca In donesia. Menerbitkan buku-buku kurang mengindahkan tata kesantunan dan kepantasan dalam soal seks misalnya, perlu dimasukkan sebagai pertimbangan bahwa buku itu dilihat, dipegang, dan dibaca semua umur, apalagi ditempa tkan dalam rak-rak toko dengan counter buku baru. Tajuk Rencana Kompas Oktober 1998 Gagasan pokok dalam penggalan tajuk rencana di atas adalah ….
A.    Lima peristiwa dalam sepekan yang berkaitan dengan penerbitan pembukuan.
B.     Perlunya dihindarkan praktek KKN dalam perbukuan.
C.     Penurunan PPN 10 persen tidak mu ngkin menurunkan harga 50 persen.
D.    IKAPI harus bertindak tegas terhadap penyimpangan dalam praktik perbuk uan.
E.     Penerbitan buku hendaknya tetap memperhatikan kesantunan dalam menyampaikan gagasan.
26.  Kalimat yang digunakan di dalam makalah diskusi adalah …
A.    Penjelasan ini disampaikan berdasarkan fakta yang tidak diragukan lagi kebenarannya.
B.     Kami berharap seoga saran yang kami sampaikan bermanfaat untuk pemakalah.
C.     Kita harus memaklumi bahwa masalah yang sedang dibahas adalah masalah bersama, hendaknya jangan menyimpang.
D.    Silahkan anda baca sumber lain yang berkaitan dengan masalah ini.
E.     Kesimpulan yang anda kemukakan sudah bagus, namun akan lebih bagus bia dilengkapi dengan fakta.
27.  Fakta yang dapat dimasukkan kedalam kalimat laporan adalah ….
A.    Menurut perkiraan para ahli ada sekitar 1500 jenis ular.
B.     Mudah-mudahan para peserta dapat memahami.
C.     Pembahasan rinci mengenai masalah tersebut akan dilanjutkan pada pertemuan yangakan datang.
D.    Benarkah binatang buas perlu dibantai?
E.     Binatang melata pada umumnya dapat berfungsi ikut menyeimbangkan alam.
28.  Semangat kerja keras dan disiplin yang tinggi harus dipupuk terus-menerus. Untuk itu diperlukan kemampuan organisasi untuk memungkinkan suatu mekanisme pemantauan dan
pengawasan terhadap perilaku bawahan sehari-hari. Pada batas tertentu, sebagai tindak lanjut
pengawasan preventif secara dini dapat diterapkan secara konsisten peraturan-peraturan
disiplin pegawai. Karena dengan disiplinyang tinggi segala persoalan dapat teratasi.
Berdasarkan pola pengembangan paragraf di atas termasuk bentuk paragraph …

A.    narasi
B.     deskripsi
C.      eksposisi
D.    Argumentasi
E.     Ekspositori

29.  Rapiah dan mertuanya tidak pernah keluar rumah. Seka lian orang yang datang bertandang su dah mengetahui  bahwa mereka tid ak usah lagi meng etuk pintu atau berseru -seru di beranda muka, melainkan bolehlah terus ke belakang saja bu at men emui orang rumah. Seora ng pu n di antara segala sahabat Hanafi tak datan g ke rumahnya, karena seama ini yang dicari oleh mereka hanyalah Han afi saja, sedang ahli rumahnya yang lain hanyalah berguna buat menyediakan hidangan belaka. Kedua perempuan itu, mertua dan menantu, sedang asyik bekerja di dapur. Syafei tidur nyenyak dalam buaian di beranda belakang, diayu-ayun o leh si Buyung. Salah Asuhan Unsur budaya Minangkabau yang tersirat dalam penggalan novel di atas adalah ….
A.    masuk rumah orang peru minta izin dulu
B.     mertua dan menantu harus rukun dan damai
C.     seorang menantu harus taat kepeda mertua
D.    perempuan lebih banyak berperan dalam berumah tangga
E.     tamu yang diterima hanya untuk suami saja
30.  Tumbuhan memerlukan air untuk berkembang biak, begitu juga manusia. Air digunakan oleh manusia untuk keperluan minum, mandi, dan memasak. Tumbuhan memerlukan air ntuk tumbuh dan berkembang biak. Bisa dibayangkan jika tumbuhan dan manusia kekurangan air, perkembangan hidupnya tidak akan sempurna. Dengan demikian betapa pentingnya air bagi manusia dan tumbuhan. Ide pokok dalam paragraf di atas adalah …
A.    perbedaan tumbuhan dan manusia
B.     perbedaan penggunaan air bagi manusia dan tumbuhan
C.     tumbuhan dan manusia jika kekurangan air hidupnya tidak sempurna
D.     air sangat penting bagi manusia terutama tumbuhan
E.     tumbuhan dan manusia sama-sama memerlukan air
31.  Cermati struktur surat lamaran berikut.
1.      Lampiran : ….
2. Perihal : ….
3. Ma lang, 5 Juli 1998
4. Kepada
Yth. Bapak Direktur PT Guna Ba kti
Jl. Sidomuncul 89 Surab aya
5. Dengan hormat,
6. Dengan ini ……..................................... ……………………………………………………..
7. Hormat saya ……………..
Struktur lamaran kerja di atas yang salah nomor ….

A.    1 dan 2
B.      3 dan 4
C.     1 dan 4
D.     4 dan 7
E.     2 dan 4